LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Thursday, June 20, 2013

Proses Penelitian Kuantitatif

Proses penelitian kuantitatif dikembangkan dalam diagram alur dapat terlihat pada Gambar 1 di bawah ini :



Gambar 1
Langkah-Langkah Penelitian Kuantitatif
(Sumber : Sugiyono, 2011, Hal. 53)


Berdasarkan Gambar 1 di atas, setiap penelitian selalu berangkat dari masalah, atau dari potensi. Dalam penelitian kuantitatif, masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, dan ditunjukkan dengan data yang valid.

Setelah masalah diidentifikasikan, dan dibatasi, maka selanjutnya masalah dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kegiatan penelitian. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka peneliti menggunakan berbagai teori untuk memperjelas masalah dan menjawabnya. Jawaban terhadapap rumusan masalah yang baru menggunakan teori tersebut dinamakan hipotesis.

Hipotesis tersebut selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya secara empiris di lapangan. Untuk itu peneliti menetapkan populasi sebagai tempat pengujian dan sekaligus menyiapkan instrument penelitiannya. Bila populasi terlalu luas dan ada keterbatasan dari peneliti baik dari segi tenaga, biaya dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Bila peneliti bermaksud membuat generalisasi, maka sampel yang diambil harus representative dengan tingkat kesalahan tertentu. Instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan data harus valid dan reliable. Untuk itu sebelum instrument digunakan maka harus diuji validitas dan reliabilitasnya.

Setelah instrument teruji validitas dan reliabilitasnya, maka dapat digunakan untuk mengukur variable yang telah ditetapkan untuk diteliti. Instrumen untuk pengumpulan data dapat berbentuk test dan non-test. Untuk instrument yang berbentuk non-test, datapat digunakan sebagai kuesioner, pedoman obserbasi dan wawancara. Dengan demikian teknik pengumpulan data selain berupa test dalam peneleitian ini dapat berupa kuesioner, observasi dan wawancara.

Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis. Analisis diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian kuntitatif analisis data menggunakan statistic. Statistik yang digunakan dapat berupa statistic deskriptif dan inferensial/induktif. Statistik inferensial dapat berupa statistic parametric dan statistic nonparametric. Peneliti menggunakan statistic inferensial bila penelitian dilakukan pada sampel yang diambil secara random.

Data hasil analisis selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. Penyajian data dapat menggunakan tabel, tabel distribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, piechart dan pictogram. Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan penjelasan yang rasional dan mendalam serta interprestasi terhadap data-data yang telah disajikan.

Setelah hasil penelitian diberikan pembahasan, maka selanjutnya dapat disimpulkan. Kesimpulan berisi jawaban singkat terhadap setiap rumusan masalah yang bedasarkan data yang telah terkumpul. Jadi kalau rumusan masalah ada lima, maka kesimpulannya juga ada lima. Karena peneliti melakukan penelitian bertujuan untuk memecahkan masalah, maka peneliti berkewajiban untuk memberikan saran-saran. Melalui saran-saran tersebut diharapkan masalah dapat dipecahkan. Saran yang diberikan harus berdasarkan kesimpulan hasil penelitian. Jadi jangan membuat saran yang tidak berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

Apabila hipotesis penelitian yang diajukan tidak terbukti, maka perlu dicek apakah ada yang salah dalam penggunaan teori, instrument, pengumpulan, analisis data, atau rumusan masalah yang diajukan.

0 comments:

Post a Comment